Sirosis Hepatis

Sirosis HepatisSirosis hepatis atau penyakit sirosis hati adalah salah satu bentuk pengerasan di hati dan merupakan salah satu kelainan dari bentuk serta fungsi hati sebagai salah satu organ besar manusia yang berfungsi untuk membantu menetralisir racun didalam tubuh kita. Dan seseorang yang mempunyai masalah sirosis hepatis maka akan mengalami suatu pergantian jariangan hati yang normal dengan jaringan parut yang akan menyebabkan terjadinya kerusakan sel hati sehingga fungsinya tidak bisa bekerja secara normal. Penyakit sirosis hepatis yang terdiri dari hepatis ringan sampai parah. Penyakit sirosis hepatis ringan biasanya bisa memperbaiki fungsi hati sendiri, sehingga bisa bekerja sama dengan normal lagi. Sedangkan untuk penyakit sirosis hepatis parah, maka jariingan parut yang terlalu banyak sudah membuat fungsi hati tidak akan bisa bekerja dengan norma. Dan beberapa penyebab dari terjadinya sirosis hepatis adalah karena  virus, obat-obatan jenis tertentu, atau juga karena penyakit autoimun didalam hati. Cara penyembuhan yang dilakukan pada penyakit sirosis hepatis adalah dengan cara melakukan pencangkokan hati dengan cara yang normal.

Sirosis Hepatis

Sirosis Hepatis

Sirosis Hepatis

Gejala sirosis hepatis di tahap awal biasanya tidak akan menunjukkan suatu gejala apapun. Oleh sebab itulah, pasien dengan kasus sirosis hepatis ringan dan moderat kemungkinan akan menderita dalam waktu yang lama tanpa disadari penyakit yang sedang dialaminya. Dan di tahap ini tes dari fungsi hati bisa membantu mendeteksi perubahan yang lebih mengarah dengan terjadinya disfungsi hati misalnya seperti :

  1. Kegagalan membuat protein yang cukup seperti albumin yang bekerja untuk membantu mengatur komposisi dari cairan yang ada didalam aliran darah serta tubuh.
  2. Kegagalan dalam membuat bahan kimia yang cukup dibutuhkan untuk proses pembekuan darah.
  3. Kurang bisa mengolah limbah kimia bilirubin sehingga akan menyebabkan terjadinya pembentukan didalam hati.
  4. Kurang bisa memproses obat, racun, dan juga bahan kimia lainnya yang kemudian akan mengalami penumpukan didalam tubuh.

Sedangkan untuk gejala akhir dari sirosis hati biasanya berhubungan dengan banyaknya gejala yang muncul. Dan sebagian besar dari gejala yang muncul adalah sebagai suatu akibat dari jaringan hati fungsional yang tersisa dengan jumlah sedikit untuk bisa melakukan tugasnya. Gejala akhir dari sirosis hepatis adalah :

  1. Mengalami kelelahan
  2. Kelemahan
  3. Cairan yang bocor yang berasal dari aliran darah dan mengalami penumpukan di kaki serta perut.
  4. Nafsu makan yang hilang, merasa mual serta ingin muntah
  5. Kecenderungan yang lebih mudah berdarah serta lebih mudah memar.
  6. Penyakit kuning akibat penumpukan dari bilirubin
  7. Gatal-gatal yang disebabkan oleh penumpukan racun.
  8. Gangguan kesehatan mental yang terjadi untuk kasus berat karena adanya suatu pengaruh racun didalam darah yang akan sangat mempengaruhi otak. Hal ini juga akan menyebabkan dari terjadinya suatu perubahan kepribadian dan juga perilaku.

Dan selain itu juga, jaringan parut yang membatasi aliran darah lewat vena portal sehingga akan terjadi suatu tekanan balik yang lebih dikenal dengan istilah hipertensi portal. Vena portal merupakan vena yang mengalirkan darah yang isinya adalah nutrisi dari usus serta limpa ke dalam hati. Dan normalnya darah dari usus serta limpa yang dipompa ke dalam hati lewat vena portsl. Tetapi, sirosis yang menghalangi aliran normal darah lewat hati sehingga darah akan terpaksa mencari pembuluh darah yang baru di sekitar hati. Pembuluh embuluh darah yang baru tadi disebut dengan varises ini yang paling sering muncul di tenggorokan atau esofagus dan juga lambung sehingga akan menyebabkan usus lebih mudah berdarah. Dan jika pendarahan dari usus terjadi, maka kemungkinan Anda akan muntah darah dan akan mengeluarkan darah dari feses. Kondisi yang seperti ini adalah salah satu bentuk kedaruratan medis yang harus mendapatkan penanganan dengan segera.

Pengobatan yang disarankan pada penyakit sirosis hepatis adalah tergantung dari tingkat keparahan dari sirosis hati dan juga gejalanya yang berkembang, seperti misalnya adalah :

  1. Diet rendah natrium serta diuretik untuk membantu mengurangi cairan yang mengalami penumpukan didalam tubuh.
  2. Obat yang membantu untuk mengurangi rasa gatal
  3. Obat-obatan yang bekerja untuk membantu mengurangi hipertensi portal
  4. Penurunan dari cairan yang mengalami penumpukan didalam perut.

Jika pasien mengalami pendarahan usus sehingga menyebabkan muntah darah atau juga kemungkinan untuk mengeluarkan darah lewat tinja, dan tinja yang akan berubah menjadi hitam. Dan kemungkinan dokter yang akan melakukan tindakan dengan segera untuk membantu mengatasinya. Selain itu, berbagai teknik pembedahan yang bisa idlakukan untuk membantu menghentikan pendarahan serta mengurangi resiko yang lebih lanjut.

Untuk kasus yang parah dimana jaringan parut akan semakin meluas dan hati bahkan nyaris tidak dapat berfungsi dengan baik, maka proses transplantasi hati kemungkinan adalah salah satu jalan dan salah satu pilihannya.

Hal yang harus diingat adalah hindarilah minuman yang mengandung alkohol. Hal ini akan memicu dari terjadinya penyakit sirosis hepatis. Itulah informasi mngenai sirosis hepatis. Semoga informasi sirosis hepatis ini bermanfaat untuk anda semua yang membacanya, terimakasih.

Sirosis Hepatis

 

Posted in Sirosis Hepatis | Tagged , , , , , , | Comments Off on Sirosis Hepatis

Sirosis Hepatis Gejala

Sirosis Hepatis Gejala Penyakit sirosis hepatis yang lebih dikenal dengan sirosis hati adalah salah satu penyakit yang menjadi penyebab terbesa nomor tiga untuk pasien kategori usia 45-46 tahun. Sirosis hepatis adalah salah satu jenis penyakit hati yang banyak ditemukan didalam ruang perawatan bagian penyakit dalam di rumah sakit. Dan penyebab sirosis hepatis yang diakibatkan karena pendarahan pada saluran cerna bagian atas, mengalami koma peptikum, hepatorenal sindrom, dan asites serta yang lainnya.

Sirosis Hepatis Gejala

Sirosis Hepatis Gejala

Penyakit Sirosis Hepatis

Sirosis hepatis gejala yang muncul dengan banyak gejala dan sangat beravriasi, dan dimulai dari tidak adanya gejala hingga pada akhirnya menunjukkan gejala yang jelas. Dan jika Anda perhatikan, laporan yang didapat di negara maju, maka kasus sirosis hepatis yang melakukan pengobatan ke dokter hanya sekitar 30% dari semua populasi penyakit sirosis hepatis ini, dan kurang lebih 30% yang lain banyak ditemukan secara kebetulan dan tidak sengaja disaat mereka melakukan pengobatan untuk penyakit lainnya.

Penyakit sirosis hepatis merupakan suatu kondisi kesehata dimana sirkulasi mikro, anatomi dari pembuluh darah yang besar dan juga semua sistem arsitektur didalam hati mengalami suatu perubahan sehingga menjadi tidak teratur dan pada akhirnya terjadi suatu penambahan pada jaringan ikat atau fibrosis, dan juga disekitar parenkim hati biasanya akan mengalami proses regenerasi. Penderita sirosis hepatis yang kebanyakan dijumpai pada kaum pria daripada wanita, perbandingannya adalah sekitar 1,6:1 dengan usia rata-ratanya adalah diantara usia 30-59 tahun dengan puncaknya sekitar 40-49 tahun.

Salah satu penyebab dari sirosis hepatis adalah akibat mengonsumsi minuman yang mengandung alkohol dengan berlebihan. Hati mempunyai kemampuan dasar untuk bisa memecah alkohol, namun jika jumlah yang dikonsumsi berlebihan, maka alkohol akan menyebabkan kerusakan di hati. Dan sirosis hepatis yang terjadi diakibatkan karena adanya pengaruh dari alkohol yang lebih dikenal dengan sirosis alkoholik.

Penyebab lain dari terjadinya sirosis hepatis adalah akibat dari virus penyakit hepatitis C kronis. Dan Virus hepatitis C yang dalam jangka waktu panjang bisa menimbulkan peradangan atau inflamasi yang pada akhirnya akan menimbulkan penyakit sirosis hepatis. Selain akibat penyakit hepatitis C, penyakit hepatitis B juga beresiko menyebabkan terjadinya penyakit sirosis hati. Dan penyebab yang lain dari terjadinya penyakit sirosis hepatis adalah karena adanya sumbatan di saluran empedu, serta reaksi yang muncul pada obat-obatan medis jenis tertentu, dan terjadinya suatu infeksi yang disebabkan karena adanya bakteri serta parasit.

Untuk stadium awal, sirosis hepatis gejala biasanya tidak akan menunjukkan gejala. Dan disaat sirosis hepatis gejala itu mulai muncul, maka sirosis hepatis gejala yang paling umum terjadi adalah biasanya penderita akan merasa cepat lelah dan juga lemah, cairan yang bocor yang bersala dari sirkulasi darah akan mengalami penumpukan didalam kaki dan juga perut, kemudian akan menimbulkan gatal gatal akibat dari terjadinya penumpukan racun tadi.

Dan selain itu juga, sirosis hepatis gejala yang lain adalah kecenderungan berdarah serta tubuh jadi mudah memar, adanya penyakit kuning yang muncul karena adanya penimbunan bilirubin, dan termasuk diantaranya adalah menyebabkan gangguan psikis menjadi bingung, lupa, dan tidak bisa konsentrasi karena racun didalam darah yang akan menyebabkan otak menjadi terpengaruh.

Komplikasi yang diakibatkan karena sirosis hepatis gejala adalah seperti terjadinya pembengkakan di kaki dan juga tangan, pembesaran pada organ limpa, batu empedu, dan mengalami resistensi insulin yang sering berhubungan dengan stadium lanjut dari sirosis hepatis gejala. Jika tidak mendapatkan penanganan segera, maka hal ini akan memicu terjadinya penyakit kanker hati dan juga mengalami ensefalopati hepatik, yang merupakan suatu kondisi dimana limbah yang mengandung racun tadi akan menumpuk didalam otak dan tidak bisa disaring didalam hati yang sudah mengalami kerusakan.

Untuk perawatan dan pengobatan yang bisa dilakukan paling sederhana adalah dengan menghentikan  minum minuman yang mengandung alkohol. Dan bahkan meskipun sudah terjadi penyakit sirosis hati yang tidak diakibatkan oleh minuman yang mengandung alkohol. Minuman yang mengandung alkohol akan menyebabkan peningkatan pada perkembangan penyakit sirosis hepatis apapun bentuk pemicunya. Dan selain dengan menghentikan minum minuman yang mengandung alkohol, si penderita penyuakit sirosis hepatis juga harus lebih waspada dalam minum obat-obatan medis. Jika penderita membutuhkan obat-obatan yang bisa membantu mengatasi penyakit lain, maka sebaiknya lakukanlah konsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda.

Dan untuk kasus transplantasi hati, kadang harus segera dilakukan apalagi jika kondisi hati sudah masuk kategori parah, dimana jaringan parut yang semakin luas dan hati hampir tidak bisa berfungsi dengan lebih baik, maka salah satu pilihan terakhir yang dapat dilakukan adalah dengan menjalankan tindakan transplantasi hati.

Dari sekian beberapa cara yang bisa membantu mengatasi penyakit sirosis hepatis gejala yang sudah kami jelaskan diatas, masih ada banyak pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit sirosis hepatis atau sirosis hati, semuanya tergantung dari kondisi penyakit, dan juga dari gejala sirosis hepatis yang ditimbulkan.

Itulah informasi mengenai sirosis hepatis gejala, semoga informasi sirosis hepatis gejala ini bermanfaat untuk Anda semuanya. Terimakasih.

Sirosis Hepatis Gejala

Posted in Sirosis Hepatis | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Diet Sirosis Hepatis

Diet merupakan salah satu aspek atau cara terpenting dalam penanganan sirosis hepatis, hal ini mencakup :

1. Puasa

Setelah anda mengalami gejala yang menandakan hepatitis, dokter anda kemungkinan akan menganjurkan puasa. Puasa mengurangi beban kerja hati dalam mencerna dan menggunakan makanan dengan suatu cara sehingga tubuh dapat memperoleh energi darinya. Puasa juga dapat meningkatkan pembuangan cairan empedu dari dalam darah dan hati. Selama anda menjalani puasa, disarankan untuk mengkonsumsi banyak air mineral untuk membantu menetralkan racun dan mengeluarkan racun dari tubuh. Anda juga perlu minum enema sekali sehari untuk mempercepat proses eliminasi racun dari dalam tubuh.

2. Jus buah

Untuk membantu proses penyembuhan dilihat dari parah tidaknya gejala yang dialami, dokter mungkin akan merekomendasikan jus buah seperti lemon, anggur, jeruk, delima, dsb. Jus jeruk dapat diteruskan sampai nafsu makan Anda kembali normal.

3. Buah-buahan

Dalam hal kelemahan ekstrem, dokter anda akan merekomendasikan buah-buhaan seperti apel, nanas, strawberry, dan anggur selama periode puasa.

4. Jus wortel

Anda perlu minum satu gelas jus wortel sepanjang proses pengobatan.

5. Sayuran

Pada akhir masa puasa, dokter akan merekomendasikan salad dan sup sayuran. Makanan ini mudah dicerna dan oleh karenannya tidak akan mempengaruhi fungsi hati secara negatif. Hindari menambahkan cuka dan garam ke dalam salad. Untuk menambah rasa, anda dapat menambahkan sedikit perasan jeruk nipis.

Batasan makanan diatas perlu diikuti selama setidaknya 2 minggu sampai gejala-gejala dari sirosis berangsur-angsur menghilang. Setelah 2 minggu, dokter anda akan merekomendasikan sayuran kukus dan sereal dalam porsi kecil, seperti nasi, idly, rotis (sejenis roti tak beragi dari India) dll. Anda juga perlu membatasi asupan susu dan produk susu, dal (sejenis bubur halus dari polong-polongan), telur, dan makanan non-vegetarian hingga sembuh sepenuhnya.

Hindari pula konsumsi alkohol dan makanan serta minuman yang mengandung ragi agar beban kerja organ hati tidak semakin berat.

Posted in Sirosis Hepatis | Tagged , , , | Leave a comment

Penyebab Sirosis Hepatis

Sirosis berada diantara 10 penyebab utama dari meningkatnya angka kematian di dunia. Sirosis yang didahului oleh adanya penyakit yang diakibatkan oleh virus hepatitis yang kemudian semakin lama, semakin memperburuk keadaan fungsi organ hati/liver kemudian mengalami sirosis atau pembengakakan dan pengerasan hati.


Ada 3 ciri dalam dunia medis yang mngakibatkan sirosis, diantaranya adalah :

1. Adanya fibrosis yang menjembatani sekat-sekat intrahepatik (septum) dalam bentuk pita-pita yang halus atau jaringan parut yang lebar.

2. Nodul yang timbul karena regenerasi hepatosit yang dikelilingi oleh fibrosis.

3. Disrupsi arsitektur dari parenkim hai/liver.

Fibrosis disertai oleh reorganisasi vaskular dengan hubungan timbal balik abnormal antara aliran darah vaskular yang masuk dan yang keluar, yaitu : pintasan arteri-vena portal (arterioportal venus shunt), pintasan arteri-vena hepatika (arteriohepatik venous shunt). Akibatnya, hati dapat mengalami kekurangan perfusi darah yang serius. Meskipun sebelumnya dianggap bahwa septa fibrosa yang menjembatani itu bersifat ireversibel, tetapi intensitas fibrosis hepatik dapat berkurang jika gejala yang menyebabkan sirosis dihentikan.

Sirosis hepatis umumnya diklasifikasi menurut penyebabnya dengan syarat bahwa setelah sirosis terjadi, etiologinya mungkin tidak bisa ditetapkan.

Berikut penyebab utama dari sirosis berdasarkan banyaknya kasus penyebab sirosis, sebagai berikut :

– Penyakit hati alkoholik, mereka yang banyak menghabiskan kebiasaan buruknya dengan minuman alkohol tinggi dan terjadi dari banyaknya kasus penyebab sirosis hingga 60-70 %.

– Disebabkan oleh adanya virus hepatitis awal, kasus kematian seseorang yang disebabkan oleh virus hepatitis yang beranjak pada sirosis hepatis mencapai hingga 10 % angka kejadian dari penyebab sirosis hepatis.

– Hemokromatosis primer terjadi lebih kecil hanya 5 % angka kematian dari penyebab sirosis hepatis.

– Penyakit bilier, penyebab dari timbulnya sirosis hepatis yang diketahui hanya 5-10 % kasus.

– Sirosis kriptogenik terjadi hingga 10-15 %. Banyaknya kasus sirosis kriptogenik mungkin terjadi sebagi akibat dari penyakit perlemakan hati (fatty liver) non alkoholik atau hepatitis autoimun.

Posted in Sirosis Hepatis | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Sirosis Hepatitis

Hepatitis adalah istilah yang digunakan untuk berbagai kondisi dimana terjadi peradangan dan atau mekrosis sel-sel hati. Nekrosis adalah istilah yang digunakan bagi kematian sebagian atau semua sel di dalam suatu organ atau jaringan. Banyak orang yang berpendapat bahwa hepatitis sama dengan jaundice atau penyakit kuning. Penyakit kuning adalah istilah yang digunakan ketika sklera atau bagian putih mata berubah warna menjadi kuning.

Hepatitis berbeda dengan penyakit kuning. Penyakit kuning adalah salah satu gejala hepatitis yang justru paling sering terdeteksi setelah munculnya gejala penyakit kuning, dan hepatitis merupakan penyebab dari penyakit kuning.

Sirosis hepatitis adalah penyakit kronis pada organ hati dengan inflamasi dan fibrosis yag mengakibatkan distorsi struktur hati dan hilangnya sebagian besar fungsi hati. Sirosis hepatitis ini merupakan stadium terakhir dari penyakit hati kronis dan terjadinya pengerasan dari organ hati.

Perubahan besar yang terjadi karena sirosis adalah kematian sel-sel hati, terbentuknya sel-sel fibrotik (sel mast), regenerasi sel dan jaringan parut yang menggantikan sel-sel normal. Perubahan ini menyebabkan hati kehilangan fungsinya dan distorsi sturkturnya. Organ hati yang sirotik akan menyebabkan sirkulasi intrahepatik tersumbat (obtruksi intrahepatik).

Sirosis hepatitis dapat disebabkan oleh intrahepatik dan ekstrahepatik, kolestasis, hepatitis virus, dan hepatotoksin. Sirosis hepatitis paling sering diakibatkan dari hepatotoksin.

Sirosis memiliki 4 jenis sirosis, yakni :

1. Sirosis Laennec

Sirosis ini disebabkan oleh alkoholisme dan malnutrisi. Pada tahap awal sirosis ini, liver akan membesar dan mengeras. Namun, pada tahap akhir, liver akan mengencil dan nodular.

2. Sirosis pascanektrotik

Sirosis ini terjadi akibat nekrosis yang berat pada sirosis ini karena hepatotoksin biasanya berasal dari virus hepatitis. Liver akan mulai mengecil dengan banyak nodul dan jaringan fibrosa.

3. Sirosis bilier

Terjadi akibat adanya obtruksi empedu dalam liver dan duktus koledukus komunis (duktus sisikus).

4. Sirosis jantung

Sirosis jantung disebabkan oleh gagalnya jantung sisi kanan (gagal jantung kongestif).

Posted in Sirosis Hepatitis | Tagged , , , , , , , , , | 1 Comment