Diet Sirosis Hepatis

Diet merupakan salah satu aspek atau cara terpenting dalam penanganan sirosis hepatis, hal ini mencakup :

1. Puasa

Setelah anda mengalami gejala yang menandakan hepatitis, dokter anda kemungkinan akan menganjurkan puasa. Puasa mengurangi beban kerja hati dalam mencerna dan menggunakan makanan dengan suatu cara sehingga tubuh dapat memperoleh energi darinya. Puasa juga dapat meningkatkan pembuangan cairan empedu dari dalam darah dan hati. Selama anda menjalani puasa, disarankan untuk mengkonsumsi banyak air mineral untuk membantu menetralkan racun dan mengeluarkan racun dari tubuh. Anda juga perlu minum enema sekali sehari untuk mempercepat proses eliminasi racun dari dalam tubuh.

2. Jus buah

Untuk membantu proses penyembuhan dilihat dari parah tidaknya gejala yang dialami, dokter mungkin akan merekomendasikan jus buah seperti lemon, anggur, jeruk, delima, dsb. Jus jeruk dapat diteruskan sampai nafsu makan Anda kembali normal.

3. Buah-buahan

Dalam hal kelemahan ekstrem, dokter anda akan merekomendasikan buah-buhaan seperti apel, nanas, strawberry, dan anggur selama periode puasa.

4. Jus wortel

Anda perlu minum satu gelas jus wortel sepanjang proses pengobatan.

5. Sayuran

Pada akhir masa puasa, dokter akan merekomendasikan salad dan sup sayuran. Makanan ini mudah dicerna dan oleh karenannya tidak akan mempengaruhi fungsi hati secara negatif. Hindari menambahkan cuka dan garam ke dalam salad. Untuk menambah rasa, anda dapat menambahkan sedikit perasan jeruk nipis.

Batasan makanan diatas perlu diikuti selama setidaknya 2 minggu sampai gejala-gejala dari sirosis berangsur-angsur menghilang. Setelah 2 minggu, dokter anda akan merekomendasikan sayuran kukus dan sereal dalam porsi kecil, seperti nasi, idly, rotis (sejenis roti tak beragi dari India) dll. Anda juga perlu membatasi asupan susu dan produk susu, dal (sejenis bubur halus dari polong-polongan), telur, dan makanan non-vegetarian hingga sembuh sepenuhnya.

Hindari pula konsumsi alkohol dan makanan serta minuman yang mengandung ragi agar beban kerja organ hati tidak semakin berat.

Posted in Sirosis Hepatis | Tagged , , , | Leave a comment

Penyebab Sirosis Hepatis

Sirosis berada diantara 10 penyebab utama dari meningkatnya angka kematian di dunia. Sirosis yang didahului oleh adanya penyakit yang diakibatkan oleh virus hepatitis yang kemudian semakin lama, semakin memperburuk keadaan fungsi organ hati/liver kemudian mengalami sirosis atau pembengakakan dan pengerasan hati.


Ada 3 ciri dalam dunia medis yang mngakibatkan sirosis, diantaranya adalah :

1. Adanya fibrosis yang menjembatani sekat-sekat intrahepatik (septum) dalam bentuk pita-pita yang halus atau jaringan parut yang lebar.

2. Nodul yang timbul karena regenerasi hepatosit yang dikelilingi oleh fibrosis.

3. Disrupsi arsitektur dari parenkim hai/liver.

Fibrosis disertai oleh reorganisasi vaskular dengan hubungan timbal balik abnormal antara aliran darah vaskular yang masuk dan yang keluar, yaitu : pintasan arteri-vena portal (arterioportal venus shunt), pintasan arteri-vena hepatika (arteriohepatik venous shunt). Akibatnya, hati dapat mengalami kekurangan perfusi darah yang serius. Meskipun sebelumnya dianggap bahwa septa fibrosa yang menjembatani itu bersifat ireversibel, tetapi intensitas fibrosis hepatik dapat berkurang jika gejala yang menyebabkan sirosis dihentikan.

Sirosis hepatis umumnya diklasifikasi menurut penyebabnya dengan syarat bahwa setelah sirosis terjadi, etiologinya mungkin tidak bisa ditetapkan.

Berikut penyebab utama dari sirosis berdasarkan banyaknya kasus penyebab sirosis, sebagai berikut :

- Penyakit hati alkoholik, mereka yang banyak menghabiskan kebiasaan buruknya dengan minuman alkohol tinggi dan terjadi dari banyaknya kasus penyebab sirosis hingga 60-70 %.

- Disebabkan oleh adanya virus hepatitis awal, kasus kematian seseorang yang disebabkan oleh virus hepatitis yang beranjak pada sirosis hepatis mencapai hingga 10 % angka kejadian dari penyebab sirosis hepatis.

- Hemokromatosis primer terjadi lebih kecil hanya 5 % angka kematian dari penyebab sirosis hepatis.

- Penyakit bilier, penyebab dari timbulnya sirosis hepatis yang diketahui hanya 5-10 % kasus.

- Sirosis kriptogenik terjadi hingga 10-15 %. Banyaknya kasus sirosis kriptogenik mungkin terjadi sebagi akibat dari penyakit perlemakan hati (fatty liver) non alkoholik atau hepatitis autoimun.

Posted in Sirosis Hepatis | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Sirosis Hepatitis

Hepatitis adalah istilah yang digunakan untuk berbagai kondisi dimana terjadi peradangan dan atau mekrosis sel-sel hati. Nekrosis adalah istilah yang digunakan bagi kematian sebagian atau semua sel di dalam suatu organ atau jaringan. Banyak orang yang berpendapat bahwa hepatitis sama dengan jaundice atau penyakit kuning. Penyakit kuning adalah istilah yang digunakan ketika sklera atau bagian putih mata berubah warna menjadi kuning.

Hepatitis berbeda dengan penyakit kuning. Penyakit kuning adalah salah satu gejala hepatitis yang justru paling sering terdeteksi setelah munculnya gejala penyakit kuning, dan hepatitis merupakan penyebab dari penyakit kuning.

Sirosis hepatitis adalah penyakit kronis pada organ hati dengan inflamasi dan fibrosis yag mengakibatkan distorsi struktur hati dan hilangnya sebagian besar fungsi hati. Sirosis hepatitis ini merupakan stadium terakhir dari penyakit hati kronis dan terjadinya pengerasan dari organ hati.

Perubahan besar yang terjadi karena sirosis adalah kematian sel-sel hati, terbentuknya sel-sel fibrotik (sel mast), regenerasi sel dan jaringan parut yang menggantikan sel-sel normal. Perubahan ini menyebabkan hati kehilangan fungsinya dan distorsi sturkturnya. Organ hati yang sirotik akan menyebabkan sirkulasi intrahepatik tersumbat (obtruksi intrahepatik).

Sirosis hepatitis dapat disebabkan oleh intrahepatik dan ekstrahepatik, kolestasis, hepatitis virus, dan hepatotoksin. Sirosis hepatitis paling sering diakibatkan dari hepatotoksin.

Sirosis memiliki 4 jenis sirosis, yakni :

1. Sirosis Laennec

Sirosis ini disebabkan oleh alkoholisme dan malnutrisi. Pada tahap awal sirosis ini, liver akan membesar dan mengeras. Namun, pada tahap akhir, liver akan mengencil dan nodular.

2. Sirosis pascanektrotik

Sirosis ini terjadi akibat nekrosis yang berat pada sirosis ini karena hepatotoksin biasanya berasal dari virus hepatitis. Liver akan mulai mengecil dengan banyak nodul dan jaringan fibrosa.

3. Sirosis bilier

Terjadi akibat adanya obtruksi empedu dalam liver dan duktus koledukus komunis (duktus sisikus).

4. Sirosis jantung

Sirosis jantung disebabkan oleh gagalnya jantung sisi kanan (gagal jantung kongestif).

Posted in Sirosis Hepatitis | Tagged , , , , , , , , , | 1 Comment